Assalamualaikum !! :D
"Alkisah, di suatu sekolah pelatihan binatang, ada seekor anak anjing kecil yang merasa bangga telah mendapatkan hadiah karena dapat melompat jauh untuk menangkap lemparan tulang dari pelatihnya, akan tetapi ketika dia melihat seekor ikan dapat menyelam ke dalam laut yang sangat luas, sang anjing merasa kesal. Karena merasa tidak mau kalah, anjing kecil tersebut dengan sangat konyol mau meniru apa yang di perbuat oleh ikan tadi, sang anjing kecil lupa akan takdirnya bahwa anjing tidak bisa menyelam, dan akhirnya harus menerima konsekuensi dari perbuatan konyonya itu tadi"
kebanyakan orang saat ini menghabiskan waktunya hanya untuk memperkuat kelemahan mereka, padahal ini kurang efektif. Sebagai contoh, saat kita berada di sekolah kita sangat menguasai matematika dan lemah dalam bahasa inggris, pastinya sebagian besar orang tua kita menyarankan kita untuk belajar bahasa inggris secara lebih intens lagi, hal ini tidaklah salah, akan tetapi pada kenyataan dalam hidup kita, akan lebih efektif jila kita memperkuat apa yang telah menjadi keunggulan kita.
Jika kita mengibaratkannya dengan angka dari 1 sampai 10, angka 1 berarti anda sangat lemah dalam suatu bidang, dan angka 10 menandakan anda unggul dalam bidang tersebut. Sebagai contoh, jika kita mendapatkan nilai 3 dan kita mau meningkatkannya sehingga menjadi 5, ini masih berada di bawah rata-rata, tidak ada satupun orang atau perusahaan mau membayar seseorang dengan kemampuan pas-pasan, namun jika kita telah mendapat nilai 7 dalam suatu bidang dan kita meningkatkannya sehingga mendapat nilai 9, akan ada banyak orang atau perusahaan yang membutuhkan kita
seseorang tidak akan berhasil jika dia hanya bisa meniru orang lain, meniru orang lain bukanlah hasil dari kemampuan terbaik kita. Alloh tidak mungkin menciptakan manusia tanpa maksud, tujuan, dan tentunya kemampuan, Alloh telah membungkus itu semua dalam hati dan pikiran kita, tetapi kebanyakan orang tidaklah menyadari hal tersebut. Kesuksean yang hakiki adalah dengan menemukan kemampuan terbaik kita, mengembangkannya, dan mempergunakannya untuk menyelesaikan berbagai masalah yang kita hadapi
sebagai ilustrasi, Michael Jordan cukup menjadi seorang pemain bola basket yang hebat saja untuk bisa di bilang sukses, dia tidak harus menjadi ilmuwan seperti einstein untuk bisa di bilang sukses, begitupun sebaliknya, get the point ??
jika kita merupakan yang terbaik, banyak orang yang mencari dan membutuhkan kita, jika sampai detik ini belum ada yang membutuhkan kita, itu berarti kita kurang maksimal dalam perbuatan kita, ingatlah kawan untuk selalu menjadi yang terbaik dalam setiap apapun yang kita lakukan.
sekali lagi ini hanya pendapatku, bagaimana denganmu ??
Wassalamualaikum :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar